Studi Ookla di Manila: Jaringan VoLTE Milik Operator Seluler Ungguli Aplikasi OTT dalam Kualitas dan Keandalan Panggilan Suara

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Studi Ookla di Manila: Jaringan VoLTE Milik Operator Seluler Ungguli Aplikasi OTT dalam Kualitas dan Keandalan Panggilan Suara

MANILA, Filipina, 28 Juli 2026 /PRNewswire/ — Dalam studi jaringan dengan parameter tetap yang dilakukan Ookla, jaringan seluler milik operator seluler memberikan pengalaman panggilan suara yang jauh lebih baik dibandingkan aplikasi Over-the-Top (OTT) seperti WhatsApp, terutama dari sisi kualitas audio, ketahanan pada kondisi sinyal lemah, serta keandalan koneksi panggilan.

Studi yang mengevaluasi jaringan milik tiga operator seluler terbesar di Filipina, yakni Smart Communications, Globe Telecom, dan DITO Telecommunity, menunjukkan bahwa infrastruktur Voice over LTE (VoLTE) yang dikelola operator masih menjadi standar utama dalam menghadirkan layanan komunikasi yang konsisten dan bermutu tinggi, serta mengungguli layanan panggilan suara berbasis OTT.

VoLTE Operator Menghadirkan Audio HD yang Konsisten, Aplikasi OTT Masih Berada pada Kualitas Standar

ADVERTISEMENT

pers rilis

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan nyata dalam kualitas audio. Panggilan suara melalui jaringan operator secara konsisten menghasilkan kualitas audio berstandar HD dengan kategori "Good" (skor >4,0) hingga "Excellent" (skor >4,3) pada ketiga jaringan operator tersebut. Sebaliknya, panggilan suara melalui aplikasi OTT hanya memperoleh kategori "Fair" (skor <4,0). Smart dan DITO mencatat MOS yang lebih tinggi dibandingkan Globe berkat penggunaan codec Enhanced Voice Services (EVS). Kualitas audio EVS tergolong lebih baik ketimbang codec AMR-WB yang digunakan Globe.

Perbedaan tersebut muncul karena aplikasi OTT memperlakukan layanan panggilan suara sebagai paket data biasa yang bergantung pada mekanisme pengiriman data berbasis prinsip best effort di internet. Meski operator telah mengoptimalkan jaringan, layanan suara OTT tetap tidak memiliki jaminan Quality of Connection (QoC) sebagaimana layanan VoLTE. Ketika jaringan mengalami kepadatan, sinyal melemah, kehilangan paket data (packet loss), atau jitter meningkat, kualitas audio pada aplikasi OTT akan menurun secara nyata. Sebaliknya, VoLTE memanfaatkan kanal seluler berprioritas tinggi yang menjaga kualitas panggilan suara.

VoLTE Menjaga Kualitas Audio HD Ketika Sinyal Lemah, Sebaliknya Kualitas Panggilan Suara pada Aplikasi OTT Menurun

Perbedaan kinerja semakin terlihat ketika perangkat berada di area dengan sinyal lemah atau di tepi cakupan jaringan seluler. Pada kondisi cakupan radio frekuensi (RF) menengah hingga rendah (RSRP ≤ -100 dBm), panggilan suara di jaringan VoLTE yang dikelola operator tetap mampu mempertahankan kualitas audio berstandar HD.

Sebaliknya, kualitas panggilan suara pada aplikasi OTT terus menurun, dari kategori "Fair" menjadi "Poor" (skor <3,6) bahkan "Bad" (skor <3,0). Temuan ini menjadi perhatian penting bagi pengguna yang berada di wilayah dengan hambatan sinyal atau lokasi yang jauh dari menara BTS, sebab hasil studi  menunjukkan bahwa kanal suara khusus pada VoLTE mampu mempertahankan kualitas panggilan suara, sementara layanan OTT yang mengandalkan pengiriman data berbasis prinsip best effort tidak mampu memberikan tingkat keandalan yang sama.

VoLTE Delivers More Reliable Call Connections Than OTT
VoLTE Delivers More Reliable Call Connections Than OTT

VoLTE Menawarkan Koneksi Panggilan yang Lebih Andal Dibandingkan OTT

Keandalan koneksi juga menjadi pembeda utama antara VoLTE dan layanan OTT. Studi tersebut menunjukkan bahwa tingkat kegagalan panggilan suara (call setup failure rate) pada VoLTE jauh lebih rendah dibandingkan layanan OTT. Sebagai contoh, Globe mencatat tingkat kegagalan panggilan VoLTE sebesar 0,47%, jauh di bawah layanan OTT yang mencapai 1,64%. Tren serupa juga terlihat pada operator lainnya. Hasil tersebut membuktikan bahwa protokol sinyal khusus pada VoLTE, seperti Session Initiation Protocol (SIP) yang telah dioptimalkan dan Single Radio Voice Call Continuity (SRVCC), mampu menghadirkan koneksi yang lebih andal dibandingkan model pengiriman data berbasis prinsip best effort pada aplikasi OTT.

Membangun Fondasi VoLTE untuk Era Layanan Panggilan Suara Berbasis AI

Sejalan dengan kebijakan National Telecommunications Commission (NTC) Filipina yang mewajibkan penghentian layanan jaringan 3G paling lambat Desember 2026, industri telekomunikasi perlu mempercepat perluasan cakupan VoLTE sekaligus migrasi pelanggan ke layanan tersebut. Ke depan, integrasi layanan panggilan suara dengan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan akan menjadi arah utama dalam perkembangan industri. Namun, transformasi tersebut membutuhkan jaringan VoLTE berkinerja tinggi sebagai fondasi utama. Karena itu, operator harus terus menyempurnakan infrastruktur VoLTE agar layanan panggilan suara dapat terintegrasi secara mulus dengan AI dan menghadirkan pengalaman komunikasi generasi berikutnya yang lebih cerdas.

Berita Terkait

“Dear You” Tayang di Thailand dan Indonesia, Tuai Sambutan Hangat Penonton
Menghubungkan Teknologi Sensor Industri dengan Sistem Otonom: SUPCON Tampilkan Teknologi AI dan AOP Industri di OGA 2026 dan Gastech 2026
Dreame X60 Ultra Extreme Hadir di Singapura pada 1 September 2026
Toshiba Tampilkan Keahlian Panas Bumi dan Solusi Digital yang Telah Teruji di Ajang 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026
Dari Pasar Modal ke Lapangan Hijau, PROPAMI Gelar Mini Soccer Cup VII 2026
Jumlah Pendaftar Ujian Cambridge International AS & A Level Meningkat di Asia Tenggara, Semakin Banyak Siswa Memilih Kualifikasi yang Fleksibel dan Berbasis Keterampilan
Manulife Tunjuk Jeremy Young sebagai Chief Distribution Officer, Internasional Brokerage, Global High-Net-Worth untuk Perluas Pertumbuhan di Pasar Strategis
China Dental Show 2026 Hadirkan Inovasi Kedokteran Gigi yang Lebih Cerdas

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:38 WIB

“Dear You” Tayang di Thailand dan Indonesia, Tuai Sambutan Hangat Penonton

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:40 WIB

Menghubungkan Teknologi Sensor Industri dengan Sistem Otonom: SUPCON Tampilkan Teknologi AI dan AOP Industri di OGA 2026 dan Gastech 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:28 WIB

Dreame X60 Ultra Extreme Hadir di Singapura pada 1 September 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:00 WIB

Toshiba Tampilkan Keahlian Panas Bumi dan Solusi Digital yang Telah Teruji di Ajang 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:58 WIB

Dari Pasar Modal ke Lapangan Hijau, PROPAMI Gelar Mini Soccer Cup VII 2026

Berita Terbaru