Satgas Temukan Beras Food Station Bermutu Rendah dan Dijual Melewati HET

Temuan sidak di Cipinang buktikan beras oplosan dijual premium, stok nasional melimpah, tidak ada alasan naikkan harga seenaknya.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 Juli 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beras produksi PT Food Station Tjipinang Jaya tidak memenuhi standar mutu premium yang berlaku. (Dok. foodstation.id)

Beras produksi PT Food Station Tjipinang Jaya tidak memenuhi standar mutu premium yang berlaku. (Dok. foodstation.id)

KEMENTERIAN Pertanian menegaskan bahwa beras produksi PT Food Station Tjipinang Jaya tidak memenuhi standar mutu premium yang berlaku.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch Arief Cahyono menyatakan hasil uji lima laboratorium berbeda menunjukkan kualitas beras Food Station di bawah standar.

“Jika Food Station ingin mendapatkan salinan hasil laboratorium, bisa menghubungi Satgas Pangan Mabes Polri karena mereka memiliki datanya,” ujar Arief kepada media.

ADVERTISEMENT

pers rilis

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Arief, beberapa merek seperti Alfamidi Setra Pulen dan Premium Setra Ramos tidak lolos standar mutu premium dan dijual melebihi harga eceran tertinggi.

Praktik ini menurut Kementan merugikan konsumen dan mencederai prinsip keadilan distribusi pangan, sehingga harus segera diperbaiki.

Praktik Oplosan di Cipinang Dinilai Merugikan Konsumen Secara Terang-terangan

Selain temuan mutu beras yang rendah, Kementan juga mengungkap praktik oplosan yang terjadi di Pasar Induk Beras Cipinang.

Salah satu pedagang mengaku kepada media telah menerima pesanan 10 ton beras oplosan untuk dikemas dalam 2.000 karung ukuran lima kilogram.

Beras dalam karung tersebut merupakan campuran berbagai jenis demi mendapatkan harga lebih murah dan keuntungan lebih besar.

Pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan praktik oplosan ini sudah menjadi rahasia umum dan dilakukan secara terbuka di pasar.

Arief menegaskan Kementan tidak akan tinggal diam dan meminta Food Station fokus memperbaiki mutu daripada hanya membantah isu melalui media.

Menteri Pertanian Tegaskan Stok Nasional Melimpah Tak Ada Alasan Naikkan Harga

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa dengan produksi nasional yang tinggi tidak ada alasan menaikkan harga beras di atas HET.

“Jangan permainkan rakyat dengan mengoplos beras lalu menjualnya dengan harga premium, ini bukan hanya soal ekonomi tapi juga moral,” tegas Mentan Amran.

Data Badan Pusat Statistik menyebut produksi beras nasional Januari–Agustus 2025 mencapai 24,97 juta ton atau naik 14,09% dari tahun lalu.

Dengan produksi melimpah, Mentan menilai praktik menaikkan harga dan mengoplos beras adalah manipulasi pasar yang merugikan rakyat kecil.

Kementan berkomitmen mengawal distribusi pangan yang adil, berkualitas dan terjangkau melalui koordinasi dengan Satgas Pangan, Bareskrim Polri, dan pihak terkait lainnya.

Komitmen Pemerintah Wujudkan Distribusi Pangan yang Adil dan Bermutu

Kementan memastikan akan terus mengawasi distribusi pangan agar tetap memenuhi prinsip keadilan, kualitas, dan keterjangkauan bagi masyarakat luas.

Moch Arief menegaskan pemerintah akan menindak tegas praktik curang yang melanggar aturan demi melindungi konsumen dan menjaga stabilitas harga.

Pihaknya mengimbau PT Food Station Tjipinang Jaya segera mengambil langkah nyata memperbaiki mutu beras dan menjual dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

“Mutu harus dijaga dan harga harus wajar, jangan hanya sibuk membantah di media tanpa tindakan nyata,” pungkas Arief dalam pernyataannya.

Kementan juga menyerukan semua pihak terkait untuk tidak lagi mengoplos beras demi keuntungan pribadi karena hal ini melukai kepercayaan rakyat.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Ribuan Pena di Satu Layar: 24jamnews.com Bangun Jurnalisme Lokal Mandiri
Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global
Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun
SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh
Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi
RAAM Jawab Isu Volatilitas Saham, Investor Diminta Pantau Strategi Jangka Panjang
Saham DATA Bergerak: Pembelian Besar Komisaris Jadi Katalis Industri Telekomunikasi
Saham ROCK Melejit 141 Persen, Investor Lirik Potensi Revaluasi Aset Properti

Berita Terkait

Selasa, 21 Oktober 2025 - 10:10 WIB

Ribuan Pena di Satu Layar: 24jamnews.com Bangun Jurnalisme Lokal Mandiri

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:36 WIB

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:49 WIB

SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:41 WIB

Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi

Berita Terbaru