Medco Energi Pimpin Gas Sumatra: BlackRock Naik Kapal MEDC

Aksi korporasi terbaru Medco Energi memperkuat posisi di Corridor PSC sekaligus memikat BlackRock sebagai pemegang saham baru.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 24 Juli 2025 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek lapangan gas Corridor PSC Sumatra Selatan, aset utama Medco pasca-akuisisi. (Dok. medcoenergi.com)

Proyek lapangan gas Corridor PSC Sumatra Selatan, aset utama Medco pasca-akuisisi. (Dok. medcoenergi.com)

MEDCO. Energi Internasional Tbk (IDX: MEDC) kembali menjadi perbincangan lantai bursa setelah langkah strategis perusahaan mengakuisisi Fortuna International — anak usaha Repsol — di Sumatra Selatan pada Juni 2025 menarik minat investor institusional global seperti BlackRock.

Aksi korporasi senilai USD 425 juta ini meningkatkan kepemilikan Medco di Blok Corridor menjadi 70 persen, memperkuat posisi perusahaan di pasar gas domestik dan ekspor jangka panjang ke Singapura.

Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi MEDC melonjak signifikan sejak pengumuman akuisisi, seiring akumulasi saham yang dilakukan BlackRock pada pekan ketiga Juli.

ADVERTISEMENT

pers rilis

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Investasi di Medco mencerminkan keyakinan pada strategi gas rendah karbon perusahaan yang konsisten menghasilkan arus kas sehat,” kata analis energi senior di CLSA Indones ia.

Sumber resmi perusahaan menyebut target penyelesaian akuisisi pada kuartal III/2025, dengan dampak positif terhadap EBITDA grup mulai tahun fiskal berikutnya.

Rencana Ekspansi Medco Energi ke Energi Terbarukan dan LNG

Langkah akuisisi terbaru ini hanyalah bagian dari strategi jangka panjang Medco untuk memperkuat portofolio energi gas dan energi baru terbarukan.

Manajemen mengonfirmasi proyek energi surya 100 MW di Lombok dan rencana pengembangan kapasitas LNG mini di Sulawesi untuk melayani pasar domestik.

Menurut laporan keberlanjutan 2024, Medco menargetkan proporsi energi rendah karbon mencapai 50 persen dari total produksi pada 2030, sejalan dengan target dekarbonisasi pemerintah Indonesia.

Selain itu, perusahaan secara diam-diam menjajaki peluang akuisisi lapangan minyak dan gas lepas pantai di Vietnam dan Australia melalui unit eksplorasi internasional.

Direktur Utama Hilmi Panigoro menyebut dalam laporan tahunan bahwa “gas akan tetap menjadi tulang punggung Medco selama dekade mendatang, sambil secara bertahap memperbesar kontribusi energi terbarukan”.

Pemegang Saham Pengendali: Hilmi Panigoro dan Keluarga

Medco Energi dikendalikan oleh PT Medco Daya Abadi Lestari, yang dimiliki oleh keluarga Panigoro dengan porsi mayoritas 50,7 persen per akhir 2024.

Hilmi Panigoro, salah satu tokoh industri migas nasional, tetap menjabat sebagai Presiden Direktur sekaligus pengendali utama perusahaan sejak mengambil alih kendali dari almarhum Arifin Panigoro.

BlackRock, Vanguard, dan Schroders tercatat sebagai pemegang saham institusional terbesar berikutnya, masing-masing dengan porsi minoritas di bawah 5 persen.

Posisi Industri dan Peta Persaingan Medco Energi

Dengan produksi gas lebih dari 450 mmscfd, Medco kini menjadi produsen gas terbesar kedua di Indonesia setelah Pertamina Hulu Energi.

Pesaing utama Medco di sektor hulu migas mencakup Chevron Indonesia, BP Indonesia, dan Genting Oil, sementara di energi terbarukan perusahaan bersaing dengan PLN NP dan Star Energy.

Pangsa pasar gas Medco di Sumatra Selatan mencapai 42 persen pasca-akuisisi Corridor PSC, memperkuat dominasinya di wilayah itu sekaligus meningkatkan bargaining power terhadap konsumen industri.

Kinerja Keuangan Terkini Medco Energi Internasional Tbk

Medco membukukan laba bersih USD 176 juta pada kuartal I/2025, naik 22 persen dari periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga gas dan efisiensi biaya.

Pendapatan naik menjadi USD 1,02 miliar dengan EBITDA margin stabil di 41 persen, menurut laporan keuangan Q1/2025 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia.

Total aset per Maret 2025 mencapai USD 6,8 miliar, dengan liabilitas USD 3,4 miliar dan ekuitas USD 3,4 miliar, menunjukkan neraca sehat dan leverage terkendali.

Sejarah Medco Energi dan Produk Utama Perusahaan

PT Medco Energi Internasional Tbk didirikan pada 9 Juni 1980 oleh Arifin Panigoro sebagai perusahaan kontraktor pengeboran minyak domestik dengan nama awal PT Meta Epsi Pribumi Drilling Company.

Medco resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham MEDC pada 12 Oktober 1994, menjadi salah satu emiten energi swasta terbesar.

Bisnis utama perusahaan mencakup eksplorasi dan produksi minyak dan gas, energi listrik berbasis gas, serta investasi energi terbarukan di Indonesia dan Asia Pasifik.

Produk utama Medco meliputi gas alam, minyak bumi, listrik PLTG dan PLTS, serta LNG mini untuk pasar domestik.

Pemegang Saham Terbesar Medco Energi Internasional Tbk per Juni 2025

1. PT Medco Daya Abadi Lestari — 50,7%
2. BlackRock Inc. — 4,3%
3. Vanguard Group Inc. — 3,8%
4. Schroders Investment Management — 2,9%
5. Dimensional Fund Advisors — 1,7%

6. Government of Singapore Investment Corp — 1,5%
7. JP Morgan Asset Management — 1,2%
8. Norges Bank Investment Management — 1,1%
9. Fidelity Investments — 0,9%
10. UBS Asset Management — 0,7%

11. Eastspring Investments — 0,6%
12. Manulife Asset Management — 0,5%
13. BNP Paribas Asset Management — 0,4%
14. HSBC Global Asset Management — 0,3%
15. Maybank Asset Management — 0,2%.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

 

Berita Terkait

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global
Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun
SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh
Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi
RAAM Jawab Isu Volatilitas Saham, Investor Diminta Pantau Strategi Jangka Panjang
Saham DATA Bergerak: Pembelian Besar Komisaris Jadi Katalis Industri Telekomunikasi
Saham ROCK Melejit 141 Persen, Investor Lirik Potensi Revaluasi Aset Properti
SIDO Muncul Ekspansi ke Asia Tenggara, Meski Keluar dari Indeks LQ45

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:36 WIB

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:49 WIB

SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:41 WIB

Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:57 WIB

RAAM Jawab Isu Volatilitas Saham, Investor Diminta Pantau Strategi Jangka Panjang

Berita Terbaru