Kwik Kian Gie Wafat: Warisan Kritik Ekonomi yang Tak Pernah Usang

Di era utang makin menumpuk dan BUMN dijual, pandangan Kwik tentang ekonomi kerakyatan kembali relevan dan menggugah nalar publik.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KWIK Kian Gie, mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi era transisi. (Instagram.com @sandiuno)

KWIK Kian Gie, mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi era transisi. (Instagram.com @sandiuno)

KWIK Kian Gie, mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi era transisi, wafat pada Senin, 29 Juli 2025, dalam usia 90 tahun.

Kabar kepergiannya datang dari unggahan Sandiaga Uno yang menulis:

“Selamat jalan, Pak Kwik. Ekonom, pendidik, nasionalis sejati. Mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran.”

ADVERTISEMENT

pers rilis

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kematian Kwik bukan sekadar kehilangan seorang tokoh ekonomi. Ini adalah hilangnya suara kritis yang selama ini berdiri di garis tegas antara kekuasaan dan kebenaran.

Lahir Dalam Keterbatasan, Berkembang Menjadi Pilar Intelektual

Kwik lahir pada 11 Januari 1935 di Juwana, Pati, Jawa Tengah—wilayah pesisir yang sunyi tapi penuh riwayat perlawanan.

Sebagai warga keturunan Tionghoa di masa pasca-kemerdekaan, Kwik tumbuh dalam suasana curiga, diskriminatif, dan tidak bersahabat.

Namun dari keterbatasan itu lahir daya tahan dan kecerdasan luar biasa.

Ia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), lalu menyelesaikan studi lanjutan di Belanda.

Penguasaan angka tak membuatnya kaku. Ia memadukan rasionalitas ekonomi dengan moralitas sosial.

H3: Menteri Reformasi yang Tak Mau Kompromi

Kwik menjabat Menko Ekuin pada 1999–2000, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas pada 2001–2004 di bawah Presiden Megawati Soekarnoputri.

Namun jabatan tidak membuatnya jinak. Ia dengan lantang menolak resep “penyembuhan” ekonomi dari IMF, menyebutnya sebagai bentuk penjajahan gaya baru.

“Saya tak bisa diam melihat negara disuruh-suruh oleh lembaga asing yang berkepentingan,” katanya dalam sebuah kuliah umum di Universitas Gadjah Mada tahun 2002.

Ketika banyak koleganya mendiamkan proses privatisasi BUMN, Kwik justru menyebutnya:
“Perampokan negara secara legal.”

Kritik yang Bernyali dan Bernas

Pandangan Kwik tentang utang luar negeri tak berubah sejak awal 2000-an hingga akhir hayatnya:
Utang adalah jebakan.
Dan Indonesia masuk terlalu dalam.

Ia menggugat struktur ekonomi yang dikendalikan oleh kekuatan global.ia mempersoalkan dominasi perusahaan multinasional atas sektor strategis nasional.

Dan ia tak segan menyebut demokrasi Indonesia sebagai “tanpa transparansi dan penuh kompromi.”

Ketika elite politik asyik berebut kekuasaan, Kwik menyerukan efisiensi dan keberpihakan pada rakyat.

Pendidikan Sebagai Benteng Terakhir

Setelah keluar dari pemerintahan, Kwik mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia (IBII) — kampus swasta yang fokus pada ekonomi dan teknologi.

Di sana ia menjadi dosen, pembicara, bahkan penulis modul ajar.

Buku-bukunya — dari “Membongkar Gurita Cendana” hingga “Indonesia Menolak IMF” — menjadi teks tak resmi gerakan mahasiswa, aktivis, dan intelektual muda.

Ia lebih memilih menjadi pemantik pemikiran ketimbang menjadi boneka kekuasaan.

Warisan yang Tak Akan Mati

Kepergian Kwik Kian Gie adalah kehilangan, tapi bukan akhir. Ide-idenya — tentang ekonomi kerakyatan, kedaulatan fiskal, dan keberanian intelektual — justru makin relevan di tengah kondisi Indonesia kini.

Ketika utang membengkak, BUMN dijual, dan kebijakan makin jauh dari rakyat, gagasan Kwik kembali menggema sebagai alarm yang diabaikan terlalu lama.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Arahnews.com dan Haloagro.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Sentranews.com dan Indonesiaraya.co.id.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hellojateng.com dan Hariankarawang.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Akses Publikasi ke Ribuan Media Global dan 175 Media Lokal
Dari Pena ke Portal: 24jamnews.com Dukung Hidupkan 1.250 Media Lokal di Indonesia
Danantara Himpun Rp50 Triliun Dari Patriot Bond untuk 33 Proyek Energi Bersih
Meski Kinerja BUMI Melemah, BlackRock dan Dimensional Borong Saham Batu Bara Bakrie
Rupiah Dijaga, Pertumbuhan Lesu: Dilema Ekonomi RI di 2025
Investasi Luar Jawa Tembus Rekor, RI Catat Rp477,7 T Triwulan II 2025
Prabowo Jadi Sorotan di Forbes Global, Dinilai Pemimpin Reformis Modern
Haji Isam: Dari Ojek Hingga Pemilik Jhonlin Group & Jet Rp1,2T

Berita Terkait

Selasa, 18 November 2025 - 14:32 WIB

Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Akses Publikasi ke Ribuan Media Global dan 175 Media Lokal

Kamis, 23 Oktober 2025 - 13:57 WIB

Dari Pena ke Portal: 24jamnews.com Dukung Hidupkan 1.250 Media Lokal di Indonesia

Selasa, 14 Oktober 2025 - 10:59 WIB

Danantara Himpun Rp50 Triliun Dari Patriot Bond untuk 33 Proyek Energi Bersih

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:49 WIB

Meski Kinerja BUMI Melemah, BlackRock dan Dimensional Borong Saham Batu Bara Bakrie

Jumat, 1 Agustus 2025 - 09:44 WIB

Rupiah Dijaga, Pertumbuhan Lesu: Dilema Ekonomi RI di 2025

Berita Terbaru