PT BUMI Resources Minerals Tbk (IDX: BRMS) adalah perusahaan tambang mineral logam dengan fokus utama pada produksi emas, tembaga, dan seng.
Didirikan pada 06/08/2003, BRMS awalnya merupakan unit usaha PT Bumi Resources Tbk, lalu resmi dipisahkan dan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2010.
Saat ini, BRMS mengoperasikan proyek tambang emas di Palu, Sulawesi Tengah, dan tambang seng & timbal di Dairi, Sumatra Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Produk utamanya adalah dore bullion emas, konsentrat tembaga, seng, dan perak, dijual ke pasar domestik dan internasional.
Perseroan juga tengah memperluas kapasitas pabrik emas Palu menjadi 4.000 ton bijih per hari, menargetkan produksi emas tahunan tembus 12 ton.
Struktur Kepemilikan Terbaru: Siapa di Balik Lonjakan Saham BRMS?
Data KSEI per Juni 2025 mencatat pemegang saham terbesar BRMS masih PT Bumi Resources Tbk dengan 35,75%, disusul Long Haul Holdings Ltd 18,17%, dan masyarakat.
Baca Juga:
PWI Pusat Aksi Donasi Kemanusiaan untuk Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh
Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Akses Publikasi ke Ribuan Media Global dan 175 Media Lokal
Dari Pena ke Portal: 24jamnews.com Dukung Hidupkan 1.250 Media Lokal di Indonesia
Berikut 10 pemegang saham institusi terbesar:
1. PT Bumi Resources Tbk
2. Long Haul Holdings Ltd
3. Credit Suisse AG Singapore
4. JPMorgan Chase Bank NA Singapore
5. Citibank Singapore S/A Government of Singapore
6. PT Danatama Makmur Sekuritas
7. Bank of New York Mellon SA/NV
8. Morgan Stanley & Co. LLC
9. UBS AG London
10. Nomura Singapore Ltd
Sedangkan investor perorangan terbesar mencakup nama-nama lama seperti Samin Tan, Hary Tanoesoedibjo, hingga konglomerat Tiongkok yang tak disebutkan secara publik.
Baca Juga:
Ribuan Pena di Satu Layar: 24jamnews.com Bangun Jurnalisme Lokal Mandiri
Danantara Himpun Rp50 Triliun Dari Patriot Bond untuk 33 Proyek Energi Bersih
LPS Ikuti Langkah BI, Pangkas Tingkat Bunga Penjaminan Hingga 3,75 Persen
Analis menyoroti transaksi jumbo beberapa pekan terakhir diduga berasal dari konsorsium investor asing dengan valuasi lebih dari Rp 1,2 triliun.
Neraca Keuangan Terkini: Laba Bersih Loncat, Utang Berkurang Signifikan
BRMS membukukan pendapatan Rp 1,72 triliun pada kuartal I/2025, naik 57% yoy, ditopang kenaikan volume produksi emas.
Laba bersih melonjak 83% yoy menjadi Rp 432 miliar, dengan EBITDA margin stabil di atas 55%.
Total aset per 31 Maret 2025 tercatat Rp 12,7 triliun, dengan total liabilitas turun ke Rp 4,3 triliun, rasio utang berbunga terhadap ekuitas kini hanya 0,5x.
Kas dan setara kas per akhir kuartal mencapai Rp 2,1 triliun, memberi ruang ekspansi tanpa tekanan likuiditas besar.
Menurut CFO BRMS, Robert Tan: “Kami sedang di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu pemain emas terbesar di Indonesia dalam 3 tahun ke depan.”
Baca Juga:
Sidang Korporasi ASABRI Dimulai: Skandal Investasi Triliunan Terungkap Lagi
Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global
Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun
Pangsa Pasar Emas Nasional dan Posisi di Industri
BRMS kini menyumbang sekitar 7% produksi emas nasional, bersaing ketat dengan Antam, Archi Indonesia, dan Freeport Indonesia di sektor hilir.
Di segmen seng, melalui Dairi Prima Mineral, BRMS berpotensi menjadi eksportir terbesar jika pabrik rampung pada 2026.
Analis Mirae Asset memperkirakan kenaikan harga emas global dan hilirisasi mineral mendongkrak kontribusi BRMS terhadap ekspor Indonesia hingga 2% di 2026.
Pesaing utama tetap PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan kapasitas lebih besar, namun BRMS unggul pada cadangan baru yang ekonomis di Palu.
Rencana Ekspansi Agresif dan Prospek Emas ke Depan
Dalam RUPS terakhir, BRMS menetapkan belanja modal Rp 3 triliun untuk ekspansi pabrik dan eksplorasi tambang baru di Sulawesi Tenggara dan Maluku.
Target produksi emas 2026 dipatok 18 ton per tahun, sejalan dengan perkiraan harga emas internasional di atas USD 2.300/oz.
Manajemen juga menjajaki kerjasama strategis dengan investor Tiongkok untuk pembiayaan proyek seng Dairi tahap II.
Fitch Ratings mempertahankan peringkat BB+ dengan outlook stabil atas BRMS pada Mei lalu.
Investor kini mencermati potensi dividen interim di semester II/2025 setelah arus kas menguat signifikan.
Isu Terkini: Aksi Borongan Misterius di Pasar dan Spekulasi M&A
Selama tiga pekan terakhir, transaksi misterius bernilai lebih dari Rp 700 miliar tercatat di pasar reguler, memicu spekulasi akumulasi oleh fund asing.
Sementara itu, beredar rumor pembicaraan awal merger sebagian aset seng BRMS dengan entitas afiliasi di Hong Kong, meski manajemen menolak berkomentar.
Analis Bahana Sekuritas dalam riset terbaru menulis: “Aksi borongan ini memberi sinyal positif atas confidence investor jangka panjang terhadap fundamental BRMS.”
Dalam kondisi harga emas yang mendekati rekor dan hilirisasi pemerintah berjalan, BRMS berada di posisi yang strategis untuk memanfaatkan momentum.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center















