Indomarco Adi Prima Diperiksa KPK, Investor Pantau Strategi Distribusi

Dugaan bansos seret Dirut Indomarco, rencana ekspansi dan pangsa pasar distribusi masih jadi sorotan investor

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT Indomarco Adi Prima, Joedianto Soejonopoetro. (Dok. indofoodcbp.com)

Direktur Utama PT Indomarco Adi Prima, Joedianto Soejonopoetro. (Dok. indofoodcbp.com)

PEKAN ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Utama PT Indomarco Adi Prima, Joedianto Soejonopoetro, sebagai saksi dugaan korupsi bansos COVID-19.

Pemanggilan itu terkait pengadaan bantuan sosial Presiden di wilayah Jabodetabek pada 2020 dengan kerugian negara awal Rp125 miliar, menurut KPK.

Meski belum ditetapkan tersangka, pemeriksaan ini membuat pasar menyoroti tata kelola perusahaan dan potensi risiko reputasi yang bisa berdampak ke kinerja distribusi.

ADVERTISEMENT

pers rilis

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indomarco tetap kooperatif, mendukung proses hukum yang berjalan,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Saham ICBP sebagai induk PT Indomarco Adi Prima tetap stabil pekan ini di kisaran Rp10.200, dengan volume harian melonjak tipis di bursa Jakarta.

Strategi Ekspansi Distribusi FMCG dan Prospek Pangsa Pasar Jangka Panjang

PT Indomarco Adi Prima, distributor FMCG terbesar di Indonesia, sudah menyiapkan rencana ekspansi gudang di Jawa Timur dan Sulawesi untuk 2025.

Perusahaan menargetkan pertumbuhan volume distribusi 7–8% per tahun, di tengah naiknya konsumsi domestik dan segmen UMKM sebagai pelanggan utama.

Produk unggulan seperti Indomie, Pop Mie, dan minuman Indofood CBP memberi kontribusi mayoritas volume penjualan di kanal modern dan tradisional.

Manajemen juga tengah menjajaki kemitraan distribusi dengan dua produsen snack asal Tiongkok untuk memperkuat penetrasi di segmen milenial urban.

Analis CLSA menilai diversifikasi portofolio produk distribusi menjadi kunci pertumbuhan EBITDA dua digit di tengah ketatnya kompetisi.

Profil Pemegang Saham, Sejarah, dan Posisi Indomarco di Industri FMCG

PT Indomarco Adi Prima merupakan anak usaha PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), yang dikendalikan oleh Salim Group melalui PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Didirikan pada 19 Januari 1984, Indomarco bergerak di bidang distribusi barang konsumen cepat saji dengan jangkauan 600.000 outlet di seluruh Indonesia.

Indomarco saat ini memimpin distribusi FMCG di Indonesia, dengan pangsa pasar distribusi mie instan mencapai 95% dan minuman RTD sekitar 50%.

Pesaing utama Indomarco di sektor distribusi antara lain PT Sinar Sosro, PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan Wings Group yang masih terfragmentasi.

Kekuatan armada logistik dan teknologi gudang menjadi keunggulan kompetitif Indomarco dibanding pemain distribusi regional yang lebih kecil.

Kinerja Keuangan Terkini dan Laporan Keberlanjutan yang Terbit Juni 2024

Berdasarkan laporan tahunan ICBP 2023, segmen distribusi Indomarco mencatat penjualan neto Rp24,8 triliun atau naik 7% yoy dengan laba usaha Rp650 miliar.

Total aset per Desember 2023 tercatat Rp8,7 triliun, dengan liabilitas jangka pendek Rp2,1 triliun dan ekuitas Rp6,6 triliun, didukung arus kas positif Rp1 triliun.

Laporan keberlanjutan 2024 menyoroti komitmen penurunan emisi armada distribusi hingga 15% pada 2027 serta inklusi UMKM dalam rantai pasok.

Return on equity (ROE) segmen distribusi tercatat 12%, lebih tinggi dibanding rata-rata industri distribusi FMCG sebesar 9%, menurut laporan NielsenIQ.

Daftar 15 Pemegang Saham Terbesar PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk – 80,53%
2. Publik (investor institusi) – 8,12%
3. Publik (investor retail) – 5,78%
4. Vanguard Group Inc. – 1,02%
5. BlackRock Fund Advisors – 0,87%

6. Dimensional Fund Advisors LP – 0,44%
7. Norges Bank Investment Management – 0,32%
8. Schroder Investment Management – 0,28%
9. State Street Global Advisors – 0,19%
10. Baillie Gifford & Co – 0,15%

11. Fidelity Management & Research – 0,11%
12. JPMorgan Asset Management – 0,09%
13. HSBC Global Asset Management – 0,06%
14. Manulife Asset Management – 0,03%
15. Invesco Ltd. – 0,01%.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

 

Berita Terkait

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global
Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun
SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh
Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi
RAAM Jawab Isu Volatilitas Saham, Investor Diminta Pantau Strategi Jangka Panjang
Saham DATA Bergerak: Pembelian Besar Komisaris Jadi Katalis Industri Telekomunikasi
Saham ROCK Melejit 141 Persen, Investor Lirik Potensi Revaluasi Aset Properti
SIDO Muncul Ekspansi ke Asia Tenggara, Meski Keluar dari Indeks LQ45

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:36 WIB

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:49 WIB

SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:41 WIB

Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:57 WIB

RAAM Jawab Isu Volatilitas Saham, Investor Diminta Pantau Strategi Jangka Panjang

Berita Terbaru