DI TENGAH tren penurunan tajam harga saham PT Tripar Multivision Plus Tbk. (RAAM) selama setahun terakhir, pertanyaan besar muncul di kalangan investor: apa sebenarnya yang sedang terjadi?
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengirimkan surat resmi kepada manajemen RAAM untuk meminta penjelasan atas volatilitas harga dan lonjakan transaksi.
Namun, pihak perseroan menegaskan tidak mengetahui adanya informasi material yang belum diungkap ke publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penjelasan Resmi Manajemen: Tidak Ada Informasi Material
Corporate Secretary RAAM, Audrya Luvika Siregar, menyatakan bahwa perusahaan telah menjawab surat klarifikasi BEI No. S-09189/BEI.PP1/08-2025.
“Sepanjang sepengetahuan manajemen, tidak terdapat informasi, fakta, atau kejadian penting lain yang material dan dapat memengaruhi harga efek maupun kelangsungan hidup perseroan,” kata Audrya melalui keterangan resmi.
Pernyataan tersebut merujuk pada POJK No. 31/POJK.04/2015 dan Peraturan Nomor I-E BEI, yang mewajibkan emiten mengungkapkan setiap informasi material secara transparan.
Baca Juga:
PWI Pusat Aksi Donasi Kemanusiaan untuk Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh
Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Akses Publikasi ke Ribuan Media Global dan 175 Media Lokal
Dari Pena ke Portal: 24jamnews.com Dukung Hidupkan 1.250 Media Lokal di Indonesia
Jejak Aksi Pemegang Saham Pengendali
Meski manajemen menyatakan tidak ada informasi tersembunyi, data perdagangan menunjukkan aksi beli yang konsisten dari Ram Jethmal Punjabi, Komisaris Utama sekaligus pemegang saham pengendali RAAM.
Pada 28 Mei 2025, Ram membeli 500.000 lembar saham di harga Rp274–Rp280 per saham. Sebelumnya, 2 Mei 2025, ia juga membeli 481.300 lembar saham di harga Rp302–Rp310.
Langkah ini terjadi di tengah tren penurunan harga RAAM yang telah terkoreksi 53,16% dari Rp585 (28/5/2024) menjadi Rp274–Rp288 pada Agustus 2025.
Posisi RAAM di Industri Media dan Hiburan
RAAM masuk sektor Consumer Cyclicals, subsektor Media & Entertainment, yang terdaftar di papan utama BEI sejak 8 Mei 2023.
Baca Juga:
Ribuan Pena di Satu Layar: 24jamnews.com Bangun Jurnalisme Lokal Mandiri
Danantara Himpun Rp50 Triliun Dari Patriot Bond untuk 33 Proyek Energi Bersih
LPS Ikuti Langkah BI, Pangkas Tingkat Bunga Penjaminan Hingga 3,75 Persen
Jumlah saham tercatat: 6,194 miliar lembar dengan kapitalisasi pasar Rp1,44 triliun saat IPO.
Dengan harga IPO Rp234, perusahaan meraih dana segar Rp217,43 miliar, yang sebagian besar digunakan untuk produksi konten dan modal kerja.
Catatan untuk Investor: Waspada dan Tetap Memantau
Investor sebaiknya memantau laporan keuangan berikutnya, mengingat volatilitas harga dan tren penurunan saham yang signifikan.
Meski aksi beli dari pemegang saham pengendali bisa dilihat sebagai sinyal positif, ketiadaan rencana strategis jangka pendek dan tekanan industri perlu diwaspadai.
Pasar saham selalu dipengaruhi oleh faktor fundamental, teknikal, dan psikologis. RAAM bukan pengecualian.
Analisis 15 Faktor Penting Bagi Investor
Berdasarkan data publik dan catatan bursa, berikut analisis menyeluruh RAAM dari sudut pandang investor:
Baca Juga:
Sidang Korporasi ASABRI Dimulai: Skandal Investasi Triliunan Terungkap Lagi
Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global
Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun
1. Laporan Keuangan – Hingga kuartal I 2025, RAAM mencatat pendapatan stabil di sektor media dan hiburan, meski margin laba menurun tipis (BEI).
2. Valuasi – Harga saham saat ini (Rp288) berada sedikit di atas harga IPO (Rp234), namun jauh di bawah puncaknya pada 2024.
3. Model Bisnis – RAAM mengandalkan produksi dan distribusi konten televisi, film, dan digital. Keunggulan: jaringan distribusi luas di Indonesia.
4. Manajemen – Dipimpin oleh Ram Jethmal Punjabi, tokoh senior industri hiburan Indonesia. Reputasi kuat, namun tantangan digitalisasi masih besar.
5. Prospek Pertumbuhan – Transformasi digital menjadi peluang, namun persaingan ketat dari platform streaming global menekan pangsa pasar.
6. Struktur Modal – RAAM relatif sehat dengan proporsi ekuitas lebih besar daripada utang (laporan keuangan BEI).
7. Pembagian Dividen – Belum ada pola pembagian dividen yang konsisten sejak IPO.
8. Risiko Bisnis – Penurunan minat terhadap konten televisi konvensional, pergeseran ke platform streaming, dan fluktuasi biaya produksi.
9. Tata Kelola Perusahaan – Keterbukaan informasi mengikuti standar OJK dan BEI, namun transparansi strategi bisnis jangka panjang masih terbatas.
10. Analisis Sektor – Sektor media di Indonesia menghadapi disrupsi digital. Pesaing: MNCN, SCMA, dan MD Pictures.
11. Rencana Strategis – Tidak ada agenda korporasi besar dalam 3 bulan ke depan, menurut klarifikasi resmi ke BEI.
12. Kepemilikan Saham – Mayoritas saham dikendalikan keluarga Punjabi, tanpa indikasi masuknya investor institusi besar.
13. Sentimen Pasar – Sentimen negatif akibat tren penurunan harga, meski aksi beli pemegang saham pengendali memberi sinyal keyakinan jangka panjang.
14. Kinerja Saham Historis – Volatilitas tinggi sejak IPO pada 8 Mei 2023. Harga IPO Rp234, tertinggi Rp585, kini Rp288.
15. Informasi Tambahan – Tidak ada litigasi atau skandal besar yang terdeteksi hingga saat ini.****
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infotelko.com dan Infoekonomi.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media 23jam.com dan Haiidn.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallotangsel.com dan Haisumatera.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center















