NTT Suntik Rp4T, Surge Siap Guncang Broadband Nasional dengan Model Baru

NTT East resmi bergabung dalam pengendalian Surge, memperkuat posisi WIFI di bisnis broadband dengan standar operasi global dan strategi open-access.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerja sama Surge dan NTT East membawa teknologi edge Jepang untuk memperluas broadband. (Dok. Surge.co.id)

Kerja sama Surge dan NTT East membawa teknologi edge Jepang untuk memperluas broadband. (Dok. Surge.co.id)

PASAR modal Indonesia minggu ini diwarnai kabar strategis yang memantik sentimen positif bagi PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dikenal juga dengan brand Surge

Perjanjian strategis dengan NTT East, anak usaha Nippon Telegraph and Telephone (NTT) Group Jepang, diumumkan resmi dengan nilai transaksi Rp4 triliun untuk 49% saham anak usaha PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE).

Menurut laporan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham WIFI melonjak hampir 7% pada perdagangan harian setelah berita tersebut dirilis publik pada 22 Juli 2025.

ADVERTISEMENT

pers rilis

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun yang jarang diketahui, NTT East tidak hanya membawa dana segar, tetapi juga lisensi teknologi dan operasi berbasis standar Jepang yang sangat efisien.

“Kerja sama ini akan mentransformasi bisnis broadband kami menuju kelas dunia,” kata Ade Armando, Direktur Utama WIFI dalam keterangan di laman resmi

Siapa Kendalikan Surge? Sosok di Balik Manuver Besar WIFI Saat Ini

PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), perusahaan digital terafiliasi grup Kresna, menjadi pemegang saham pengendali Surge dengan porsi 36,25% per laporan kepemilikan publik Juni 2025.

Selain itu, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) dan publik institusional Jepang melalui NTT East juga kini menjadi pengendali strategis setelah aksi korporasi terbaru.

Struktur kepemilikan yang solid ini dinilai analis sebagai sinyal stabilitas manajemen yang mampu mengimplementasikan roadmap ekspansi jaringan nasional.

Grup Kresna Digital, di balik NFCX dan MCAS, dikenal piawai membangun ekosistem digital berbasis distribusi konten, konektivitas, dan layanan cloud edge di Indonesia.

“Model bisnis Surge kini lebih resilien dengan strategi multi-akses broadband dan distribusi,” tambah analis Samuel Sekuritas, dalam risetnya.

Roadmap Bisnis: 40 Juta Rumah Tangga dan Edge Computing Skala Nasional

Rencana bisnis ke depan Surge mencakup perluasan jaringan serat optik FTTH hingga 40 juta rumah tangga dengan dukungan edge computing dan konten edukasi digital.

Dalam prospektus terbaru, manajemen menyebut strategi agresif di kota-kota tier dua dan tiga sebagai keunggulan kompetitif melawan raksasa industri seperti Telkom Indonesia (TLKM).

Surge juga membidik pasar B2B dengan menyediakan layanan data center berbasis edge, memanfaatkan jaringan luas yang dibangun bersama NTT East.

Ekspansi berbasis mitra lokal dan pembiayaan kreatif seperti model open access diperkirakan akan mendorong EBITDA margin membaik tahun depan.

Surge juga akan menggandeng lebih banyak penyedia konten untuk mendukung edukasi digital di sekolah-sekolah daerah terpencil.

Dari Stasiun Kereta ke Fiber Nasional: Sejarah Singkat dan Kinerja Keuangan

PT Solusi Sinergi Digital Tbk didirikan pada 21 Februari 2018 sebagai pionir distribusi konten digital di stasiun kereta api melalui ekosistem media luar ruang.

Bermigrasi ke bisnis broadband skala nasional, Surge mencatat kinerja keuangan membaik dengan laba bersih kuartal I/2025 Rp42,8 miliar (+23% YoY) dan ekuitas Rp1,35 triliun.

Total aset perusahaan per Maret 2025 tercatat Rp3,92 triliun dengan liabilitas terjaga di bawah 55% dari total aset, mencerminkan manajemen risiko yang sehat.

Pendapatan konsolidasi periode sama naik 18% YoY ke Rp487 miliar, didorong kontribusi anak usaha IJE yang kini menjadi sorotan pasar.

Posisi kas akhir kuartal tetap kuat di Rp226 miliar, memungkinkan belanja modal berkelanjutan tanpa risiko likuiditas jangka pendek.

Posisi Industri, Pangsa Pasar, dan Pesaing Utama di Kancah Broadband

Di industri broadband, Surge memegang pangsa pasar sekitar 5,8% nasional, jauh di bawah Telkom Group (~41%), namun memiliki pertumbuhan tercepat di segmen urban & rural.

Pesaing utama lainnya termasuk Biznet, MyRepublic, dan MNC Play, yang fokus di kota besar dengan model integrasi vertikal berbeda dengan open access milik Surge.

NTT East dipandang sebagai nilai tambah signifikan karena pengalaman mereka menguasai lebih dari 80% pasar FTTH di Tiongkok dan Jepang.

“Surge punya proposisi unik: jaringan dengan biaya lebih rendah namun kualitas global,” ungkap analis CLSA.

Investor kini melihat Surge sebagai proxy menarik untuk pertumbuhan broadband kelas menengah Indonesia yang diperkirakan melonjak hingga 14% CAGR sampai 2028.

15 Pemegang Saham Terbesar Per Juni 2025:

1. PT NFC Indonesia Tbk – 36,25%
2. PT M Cash Integrasi Tbk – 15,75%
3. NTT East – 15,00%
4. PT Kresna Graha Investama Tbk – 7,25%
5. PT Distribusi Digital Indonesia – 4,50%

6. GIC Private Limited – 3,50%
7. JP Morgan Chase NA – 2,10%
8. UBS AG Singapore – 1,80%
9. PT Danareksa Sekuritas – 1,50%
10. PT Indo Premier Sekuritas – 1,20%

11. PT Bahana Sekuritas – 0,90%
12. PT Mandiri Sekuritas – 0,75%
13. Fidelity Funds – 0,50%
14. Vanguard International – 0,40%
15. Publik lainnya – 9,60%.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global
Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun
SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh
Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi
RAAM Jawab Isu Volatilitas Saham, Investor Diminta Pantau Strategi Jangka Panjang
Saham DATA Bergerak: Pembelian Besar Komisaris Jadi Katalis Industri Telekomunikasi
Saham ROCK Melejit 141 Persen, Investor Lirik Potensi Revaluasi Aset Properti
SIDO Muncul Ekspansi ke Asia Tenggara, Meski Keluar dari Indeks LQ45

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:36 WIB

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:49 WIB

SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:41 WIB

Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:57 WIB

RAAM Jawab Isu Volatilitas Saham, Investor Diminta Pantau Strategi Jangka Panjang

Berita Terbaru