Astra Bertaruh Besar pada Logistik: MMLP Bisa Menjadi Mesin Pertumbuhan Berikutnya

Akuisisi mayoritas MMLP oleh Astra membuka peluang ekspansi properti logistik modern di Indonesia dan mendorong saham MMLP ke level tertinggi 12 bulan.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham MMLP melonjak usai Astra International resmi jadi pengendali. (Dok. mmproperty.com)

Saham MMLP melonjak usai Astra International resmi jadi pengendali. (Dok. mmproperty.com)

KABAR akuisisi saham mayoritas PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) oleh PT Astra International Tbk (ASII) melalui anak usahanya Saka Industrial Arjaya (SIA) menggemparkan lantai bursa pada pekan ini.

Informasi tersebut telah memicu kenaikan harga saham MMLP ke level tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

Transaksi bersyarat yang diumumkan pada 21 Juli 2025 melibatkan 83,67% saham MMLP dengan kewajiban tender offer kepada pemegang minoritas setelah transaksi rampung, membuka peluang harga saham terus melaju dalam jangka pendek.

ADVERTISEMENT

pers rilis

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Langkah ini adalah bagian dari strategi memperluas bisnis properti dan logistik Astra,” ujar Gita Tiffani Boer, Corporate Secretary ASII, dalam keterangan resmi.

Selain peluang pasar, para pelaku bursa juga mencermati valuasi menarik MMLP yang selama ini dianggap undervalued di sektor logistik yang sedang booming di Indonesia.

Mega Manunggal Property: Fokus di Logistik Modern, Sejak 2010

Didirikan pada 23 Juni 2010, Mega Manunggal Property awalnya fokus membangun dan mengelola gudang modern kelas A untuk perusahaan logistik, e-commerce, FMCG, dan manufaktur.

Bidang usaha utama MMLP adalah penyewaan properti logistik berupa gudang modern dengan portofolio tersebar di kawasan industri Jabodetabek, Karawang, hingga Jawa Timur, dengan total NLA (net lettable area) per Maret 2025 mencapai lebih dari 550.000 m².

Beberapa penyewa besar MMLP antara lain Unilever Indonesia, Lazada, dan DB Schenker, menjadikannya pemain terkemuka di ceruk pergudangan modern dengan pangsa pasar sekitar 14% pada 2024, di bawah Ciputra Industrial dan Surya Semesta Internusa.

Persaingan ketat dengan perusahaan Tiongkok seperti GLP dan ESR Indonesia menjadi tantangan tersendiri untuk mempertahankan dominasi pangsa pasar dalam jangka panjang.

Kinerja Keuangan: EBITDA Margins Stabil, Leverage Masih Terkendali

Per Maret 2025, MMLP membukukan pendapatan Rp 608 miliar (tumbuh 11,5% YoY) dengan laba bersih Rp 112 miliar (turun 4,3% YoY akibat kenaikan beban bunga).

EBITDA margin tetap solid di level 61%, sedangkan total aset mencapai Rp 6,9 triliun dengan ekuitas Rp 3,1 triliun dan DER 1,2x, memberi ruang untuk ekspansi lebih lanjut.

Kepemilikan lahan yang strategis dan penyewa jangka panjang menjadi kekuatan finansial MMLP, meski ketergantungan pada tiga penyewa utama masih menjadi risiko konsentrasi pendapatan.

Rencana Bisnis dan Prospek: Ekspansi ke Jawa Tengah dan Bali

Manajemen MMLP merencanakan penambahan NLA sebesar 100.000 m² di Semarang dan Denpasar hingga akhir 2026 untuk menangkap pertumbuhan e-commerce di luar Jawa Barat.

Astra menyebut pihaknya akan mendukung ekspansi ini dengan sinergi logistik grup, termasuk kerjasama dengan Trac, Serasi Autoraya, dan lini bisnis otomotif.

Menurut riset, akuisisi ini dapat meningkatkan valuasi properti MMLP hingga 25% jika ekspansi berhasil dieksekusi tepat waktu.

“Kolaborasi dengan Astra diharapkan membawa stabilitas keuangan dan akses ke pasar penyewa yang lebih luas,” dalam risetnya.

Kendali Saham: Dari Suwarna ke Konglomerasi Astra

Sebelum akuisisi, pengendali MMLP adalah PT Suwarna Arta Mandiri, dengan 56,16% saham, disusul Bridge Leed Limited (17,51%) dan publik.

Setelah akuisisi rampung, Astra International melalui Saka Industrial Arjaya diproyeksikan memegang kendali 83,67% saham dan menguasai penuh strategi bisnis MMLP ke depan.

15 Pemegang Saham Terbesar MMLP (per Juli 2025)

1. PT Saka Industrial Arjaya – 83,67%
2. Masyarakat Publik – 6,12%
3. PT Suwarna Arta Mandiri – 4,98%
4. Bridge Leed Limited – 3,19%
5. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (Treasury) – 0,04%

6. Bank Central Asia Tbk (Custodian) – 0,01%
7. PT Danareksa Sekuritas (Nominee) – 0,01%
8. PT Bahana Sekuritas (Nominee) – 0,01%
9. PT Mandiri Sekuritas (Nominee) – 0,01%
10. UBS AG Singapore – 0,01%

11. Citibank N.A. London – 0,01%
12. Standard Chartered Bank – 0,01%
13. HSBC Hong Kong – 0,01%
14. Bank Negara Indonesia Tbk (Custodian) – 0,01%
15. Deutsche Bank AG – 0,01%.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

 

Berita Terkait

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global
Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun
SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh
Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi
RAAM Jawab Isu Volatilitas Saham, Investor Diminta Pantau Strategi Jangka Panjang
Saham DATA Bergerak: Pembelian Besar Komisaris Jadi Katalis Industri Telekomunikasi
Saham ROCK Melejit 141 Persen, Investor Lirik Potensi Revaluasi Aset Properti
SIDO Muncul Ekspansi ke Asia Tenggara, Meski Keluar dari Indeks LQ45

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:36 WIB

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:49 WIB

SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:41 WIB

Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:57 WIB

RAAM Jawab Isu Volatilitas Saham, Investor Diminta Pantau Strategi Jangka Panjang

Berita Terbaru