Bayan Resources Kuasai Terminal Strategis, Saham Menggeliat di Tengah Harga Batu Bara

Integrasi logistik mengurangi biaya distribusi, meningkatkan margin laba, dan menjaga daya saing Bayan Resources di tengah fluktuasi harga global.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT BAYAN Resources akuisisi terminal Rp3,4 T, perkuat logistik & laba. (DOk. bayan.com)

PT BAYAN Resources akuisisi terminal Rp3,4 T, perkuat logistik & laba. (DOk. bayan.com)

PT BAYAN Resources Tbk (kode saham: BYAN) adalah salah satu pemain utama industri batu bara di Indonesia dengan integrasi vertikal rantai pasokan sebagai strategi kunci.

Berbasis di Jakarta, perusahaan ini bergerak di bidang penambangan batu bara, pengangkutan, pengelolaan pelabuhan, hingga pemasaran batu bara untuk pasar domestik dan ekspor.

Bayan Resources didirikan pada 7 Oktobeŕ 2004 dan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2008 dengan harga IPO Rp540 per saham.

ADVERTISEMENT

pers rilis

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak awal, visi perusahaan adalah membangun operasi tambang efisien dengan logistik yang sepenuhnya dikendalikan untuk memangkas biaya dan menjaga kualitas batu bara.

Struktur Kepemilikan: Milik Orang Terkaya Indonesia, Dikawal Investor Global

Struktur kepemilikan terbaru mencatat Low Tuck Kwong—orang terkaya Indonesia versi Forbes—sebagai pemegang saham mayoritas melalui PT Sumber Suryadaya Prima (60,93%).

Investor institusi asing seperti Vanguard, BlackRock, dan Fidelity masuk dalam daftar 25 pemegang saham terbesar, masing-masing menguasai di bawah 1%.

Beberapa nama individu lain yang signifikan meliputi Agus Lasmono Sudwikatmono dan Tan Eng Soon, sementara publik memegang sekitar 7,3% saham BYAN.

Data terbaru ini diambil dari Laporan Kepemilikan Bursa per 30 Juni 2025

Kinerja Keuangan: EBITDA Tumbuh 18%, Neraca Tetap Sehat Tanpa Utang Berat

Pada laporan keuangan kuartal I 2025, BYAN membukukan pendapatan sebesar USD 1,2 miliar dengan laba bersih USD 410 juta, naik 11% yoy.

EBITDA tumbuh 18% menjadi USD 690 juta dengan margin EBITDA terjaga di kisaran 57%, mencerminkan efisiensi biaya dan premium pricing batu bara.

Total aset per Maret 2025 mencapai USD 4,8 miliar dengan ekuitas USD 3,9 miliar dan rasio utang berbunga terhadap ekuitas di bawah 0,2x—salah satu yang terendah di industrinya.

Pangsa Pasar, Pesaing Utama, dan Posisi Kompetitif di Industri Batu Bara

Bayan Resources menguasai sekitar 8% pasar ekspor batu bara kalori tinggi Indonesia, dengan pasar utama Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Pesaing domestik utama termasuk Adaro Energy (ADRO), Bumi Resources (BUMI), dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang fokus pada segmen pasar serupa.

Keunggulan logistik Bayan melalui terminal milik sendiri di Balikpapan memberinya keunggulan biaya angkut dan fleksibilitas jadwal pengapalan yang sulit disaingi.

Rencana Bisnis dan Prospek: Green Logistics & Diversifikasi Energi Baru

Setelah akuisisi terminal Kariangau senilai Rp3,4 triliun pada Juli 2025, BYAN merencanakan ekspansi kapasitas pelabuhan hingga 50 juta ton per tahun.

Strategi jangka menengah melibatkan pengembangan “green logistics” untuk mengurangi jejak karbon serta menjajaki peluang di energi baru terbarukan berbasis solar farm.

Low Tuck Kwong mengatakan: “Kontrol penuh atas rantai distribusi memberi kami ruang untuk menjaga margin di tengah fluktuasi harga komoditas.”

Analis Morgan Stanley mencatat langkah ini positif: “Investasi logistik meningkatkan resilien terhadap biaya pengiriman yang volatil.”

Fakta Menarik: Terminal yang Diakuisisi Adalah Bekas Aset PLN

Sedikit diketahui publik, terminal Kariangau yang diakuisisi BYAN sebelumnya adalah bagian dari jaringan aset energi PT PLN yang sempat dikomersialisasi.

Terminal ini memiliki dermaga sepanjang 1,2 km dan kapasitas bongkar muat batu bara mencapai 35 juta ton per tahun, siap langsung beroperasi penuh.

Corporate Action dan Rumor Bursa: Saham BYAN Dibayangi Spekulasi Stock Split Lagi

Setelah sukses melakukan stock split 1:10 pada 2023, rumor di kalangan pelaku pasar menyebutkan BYAN tengah mempertimbangkan stock split kedua untuk meningkatkan likuiditas saham.

Kabar ini membuat harga saham BYAN sempat melonjak ke Rp28.900 per saham pada perdagangan 19 Juli 2025, dengan valuasi pasar tembus Rp1.150 triliun.

Jika benar terjadi, aksi korporasi ini berpotensi menarik lebih banyak investor ritel ke saham batu bara paling likuid di BEI saat ini.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

 

Berita Terkait

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global
Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun
SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh
Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi
RAAM Jawab Isu Volatilitas Saham, Investor Diminta Pantau Strategi Jangka Panjang
Saham DATA Bergerak: Pembelian Besar Komisaris Jadi Katalis Industri Telekomunikasi
Saham ROCK Melejit 141 Persen, Investor Lirik Potensi Revaluasi Aset Properti
SIDO Muncul Ekspansi ke Asia Tenggara, Meski Keluar dari Indeks LQ45

Berita Terkait

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:36 WIB

Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:49 WIB

SMMA Guyur Modal Anak Usaha Rp365,05 Miliar Demi Bisnis Lebih Kokoh

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:41 WIB

Di Balik Suspensi Saham FUTR, Ada Rencana Ekspansi Energi yang Tersembunyi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 13:57 WIB

RAAM Jawab Isu Volatilitas Saham, Investor Diminta Pantau Strategi Jangka Panjang

Berita Terbaru