PENGGABUNGAN usaha antara PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) dan PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) telah disetujui pemegang saham dan OJK, efektif berlaku pada 1 Oktober 2025 .
Entitas penerima penggabungan yaitu Adira Finance akan mengelola total aset sebesar Rp38,4 triliun dan pembiayaan senilai lebih dari Rp62 triliun, didukung oleh 850+ jaringan dan 2,6 juta pelanggan aktif .
Langkah ini memperkuat struktur MUFG–Danamon, memperluas layanan pembiayaan kendaraan dan mikro melintasi Indonesia, terutama wilayah Timur dan Jawa .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi Strategis dan Modernisasi Portofolio Produk
Kolaborasi ini menambah 250+ cabang Mandala Finance ke jaringan Adira, memperluas penetrasi pasar mikro hingga pembiayaan kendaraan bermotor .
Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menegaskan bahwa integrasi produk roda dua dan empat memperkaya portofolio dan memperkuat fondasi jangka panjang perusahaan .
CFO Sylvanus Gani menyatakan bahwa merger ini juga menyeimbangkan struktur biaya dana Mandala yang selama ini kurang kompetitif dengan didukung bank konglomerasi.
Baca Juga:
PWI Pusat Aksi Donasi Kemanusiaan untuk Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh
Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Akses Publikasi ke Ribuan Media Global dan 175 Media Lokal
Dari Pena ke Portal: 24jamnews.com Dukung Hidupkan 1.250 Media Lokal di Indonesia
Komitmen Tata Kelola, SDM, dan Layanan Inovatif Pasca Merger
CEO MUFG, Yasushi Itagaki, mengapresiasi persetujuan OJK dan menyebut merger sebagai komitmen jangka panjang terhadap pertumbuhan industri keuangan Indonesia .
Direktur Utama Danamon, Daisuke Ejima, menyoroti integrasi sebagai penguatan solusi finansial holistik dari dan oleh grup MUFG–Danamon .
Dewa Made menegaskan kesempatan karier akan dibuka untuk karyawan Mandala, sementara karyawan dapat memilih bergabung atau tidak.
Risiko dan Peluang di Tengah Pasar Otomotif yang Melambat
Merger ini terjadi saat pasar otomotif nasional mengalami penurunan, dimana pembiayaan kendaraan komersial resesi hingga 5‑9 % YoY .
Baca Juga:
Ribuan Pena di Satu Layar: 24jamnews.com Bangun Jurnalisme Lokal Mandiri
Danantara Himpun Rp50 Triliun Dari Patriot Bond untuk 33 Proyek Energi Bersih
LPS Ikuti Langkah BI, Pangkas Tingkat Bunga Penjaminan Hingga 3,75 Persen
CEO Adira menekankan bahwa diversifikasi ke pembiayaan non‑otomotif menjadi strategi utama untuk menghadapi tekanan pasar .
Konsolidasi produk dan digitalisasi akan menopang ketahanan serta meningkatkan efisiensi operasional secara lebih luas.
Implikasi Finansial ke depan bagi Investor
Transaksi ini mendukung pertumbuhan aset dan pendapatan berkelanjutan Adira dengan leverage lebih sehat dan basis pembiayaan lebih luas.
Penguatan struktur biaya dana dan sinergi jaringan memungkinkan peningkatan margin bunga bersih dan stabilitas arus kas.
Bagi investor, merger ini mewakili peluang valuasi rerating melalui skala ekonomi lebih besar dan keunggulan kompetitif jangka panjang.***








