PT ADHI Kartiko Pratama Tbk (kode saham: NICE), perusahaan pertambangan nikel berbasis di Indonesia, menerima suntikan modal signifikan dari dua pemegang saham strategisnya.
Yakni LX International Corp. dan PT Energy Battery Indonesia, dalam aksi pembelian saham yang berlangsung pada 20 Juni 2025 dengan total nilai transaksi mencapai Rp405 miliar.
Dalam keterbukaan informasi resmi kepada publik, manajemen NICE menyatakan bahwa LX International Corp., perusahaan asal Korea Selatan, membeli sahsm.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yaitu sebanyak 582.183.615 lembar saham NICE di harga Rp305 per saham, yang meningkatkan kepemilikannya dari sebelumnya 60 persen menjadi 69,57 persen secara tidak langsung.
“Transaksi ini merupakan bagian dari strategi kami untuk memperkuat posisi di sektor nikel Indonesia yang memiliki potensi jangka panjang,” ujar juru bicara LX International, dikutip dari pernyataan resmi perseroan.
Di hari yang sama, PT Energy Battery Indonesia juga melakukan aksi korporasi serupa, dengan mengakuisisi jumlah saham yang sama dan pada harga yang identik.
Baca Juga:
PWI Pusat Aksi Donasi Kemanusiaan untuk Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh
Kolaborasi PR Newswire dan PSPI Hadirkan Akses Publikasi ke Ribuan Media Global dan 175 Media Lokal
Dari Pena ke Portal: 24jamnews.com Dukung Hidupkan 1.250 Media Lokal di Indonesia
Sehingga meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 69,57 persen, namun dengan status kepemilikan langsung.
Menurut manajemen NICE, tujuan dari pembelian saham ini adalah untuk memperdalam partisipasi dalam pengembangan sumber daya nikel dalam negeri serta memperkokoh rantai pasok strategis di sektor energi baterai.
Strategi Aksi Korporasi Perkuat Kendali Saham dan Arah Investasi Jangka Panjang
Transaksi ini mengindikasikan kepercayaan jangka panjang investor terhadap prospek bisnis pertambangan nikel Indonesia, khususnya di tengah peningkatan permintaan global terhadap bahan baku baterai kendaraan listrik.
Kepemilikan ganda sebesar 69,57 persen oleh dua entitas ini—meskipun dilakukan terpisah—menjadi sinyal penguatan kendali strategis terhadap NICE untuk tujuan investasi langsung dalam rantai nilai nikel nasional.
Baca Juga:
Ribuan Pena di Satu Layar: 24jamnews.com Bangun Jurnalisme Lokal Mandiri
Danantara Himpun Rp50 Triliun Dari Patriot Bond untuk 33 Proyek Energi Bersih
LPS Ikuti Langkah BI, Pangkas Tingkat Bunga Penjaminan Hingga 3,75 Persen
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, baik LX International maupun Energy Battery Indonesia secara konsisten menyatakan akan mendukung ekspansi operasional dan kapabilitas produksi PT Adhi Kartiko Pratama Tbk guna memenuhi permintaan domestik dan ekspor, khususnya ke pasar Asia dan Eropa.
“Kami melihat Indonesia sebagai pusat pasokan nikel global yang akan menjadi kunci rantai pasok kendaraan listrik,” ujar perwakilan Energy Battery Indonesia dalam keterangan tertulis.
Nikel menjadi salah satu komoditas strategis nasional yang semakin diminati investor asing, terutama karena posisinya yang penting dalam komponen baterai lithium-ion dan potensi ekspansi hilirisasi industri logam dasar di Indonesia.
Arah Kebijakan Investasi NICE Terpadu dengan Strategi Hilirisasi Nasional
Pembelian saham oleh LX International dan Energy Battery Indonesia juga selaras dengan kebijakan hilirisasi nasional yang tengah digencarkan pemerintah.
Sehingga mendorong integrasi antara eksplorasi bahan tambang dengan pemrosesan domestik dan manufaktur bernilai tambah.
Adhi Kartiko Pratama sebelumnya telah menyampaikan rencana jangka menengah untuk membangun fasilitas pemrosesan nikel (smelter) guna mendukung produksi bahan baku baterai listrik di dalam negeri.
Baca Juga:
Sidang Korporasi ASABRI Dimulai: Skandal Investasi Triliunan Terungkap Lagi
Saham BCA Tertekan Isu Akuisisi, Danantara Fokus Ekspansi Global
Wolfram Australia Dibidik BUMI, Nilai Cadangan Emas Tembus Rp36 Triliun
Keterlibatan investor asing seperti LX International dianggap penting dalam pembiayaan dan transfer teknologi, sementara entitas domestik seperti Energy Battery Indonesia menjaga aspek tata kelola nasional atas sumber daya alam.
“Kemitraan strategis ini menjadi fondasi pengembangan industri energi baru berbasis nikel Indonesia,” kata analis pasar modal dari Mirae Asset Sekuritas dalam laporan riset mingguan mereka.
Dengan struktur kepemilikan mayoritas yang terkonsolidasi, NICE berpeluang memanfaatkan dukungan modal dan jejaring global pemegang saham untuk memperkuat kapasitas produksinya dalam jangka menengah dan panjang.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Lingkarin.com dan Kontenberita.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center












