Skandal Fraud Kredit Mengguncang Bank Woori Saudara, Dugaan Penipuan Letter of Credit Capai US$78,5 Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Juni 2025 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Dok. Ojk.go.id)

Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Dok. Ojk.go.id)

JAKARTA – Woori Bank, salah satu institusi keuangan terbesar di Korea Selatan, mengungkapkan adanya skandal fraud kredit yang melibatkan anak usahanya di Indonesia, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS).

Kasus ini mencuat setelah ditemukan transaksi mencurigakan senilai US$78,5 juta yang melibatkan perusahaan ekspor lokal berskala menengah.

Menurut pernyataan resmi Woori Bank pada 2 Juni 2025, perusahaan ekspor tersebut diduga mengajukan letter of credit (LC) dengan informasi palsu sebagai jaminan pembayaran ekspor.

ADVERTISEMENT

pers rilis

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transaksi ini terdeteksi selama proses verifikasi internal yang rutin dilakukan oleh Woori Bank melalui platform pengendalian internal globalnya.

“Bank Woori Saudara telah mengonfirmasi tuduhan penipuan yang melibatkan perusahaan Indonesia yang sedang berurusan dengan mereka,” ujar perwakilan Woori Bank dalam pengumuman resminya.

Meskipun jumlah kerugian sebenarnya belum ditetapkan, Woori Bank telah mengambil langkah cepat dengan mengirimkan tim dari unit globalnya ke Indonesia.

Untuk mengevaluasi situasi dan mengamankan utang yang belum dibayar guna membatasi kerugian finansial.

Perusahaan yang terlibat telah menyatakan niatnya untuk membayar kembali utang tersebut dan telah memberikan dokumentasi yang menunjukkan kemampuan finansial serta jadwal pembayaran yang diusulkan.

Otoritas Jasa Keuangan Soroti Dugaan Fraud Kredit di BWS

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia telah turun tangan dalam mengawasi kasus dugaan fraud yang terjadi di PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk.

Regulator sektor keuangan ini melakukan koordinasi intensif dengan manajemen BWS dan telah memulai pemeriksaan sejak awal Juni 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa BWS telah melakukan investigasi internal secara menyeluruh.

Juga menonaktifkan pihak internal yang diduga terlibat, dan berkomunikasi dengan debitur untuk penyelesaian kewajiban kepada bank.

“Mereka juga telah melakukan persiapan pelaporan ke kepolisian atas indikasi fraud dimaksud,” ujar Dian kepada media pada 5 Juni 2025.

OJK menekankan pentingnya penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam pengelolaan kegiatan usaha bank dan akan menindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.

“Termasuk melakukan penilaian kembali terhadap pihak-pihak utama yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan kegiatan usaha bank,” tambah Dian.

Bank Woori Saudara Ambil Langkah Mitigasi atas Skandal Fraud

Dalam laporan keuangan per 31 Maret 2025, Bank Woori Saudara mencatat total penyaluran kredit sebesar Rp47,94 triliun, meningkat 3,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, provisi kerugian kredit meningkat tajam menjadi Rp864,83 miliar, naik 15,38 persen dari Rp749,56 miliar pada Maret 2024.

Rasio kredit bermasalah (NPL) bruto juga naik menjadi 2,26 persen, meningkat 62 basis poin dari 1,64 persen tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio NPL neto mencapai 1,56 persen, naik dari 0,91 persen.

Bank Woori Saudara telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan dampak finansial dari skandal ini.

Termasuk mengamankan utang dan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memastikan penyelesaian yang sesuai dengan hukum.

Corporate Secretary BWS, Wuryanto Suyud, menyatakan bahwa Woori Bank sebagai perusahaan induk memberikan dukungan penuh kepada BWS dalam menghadapi permasalahan ini.

“Woori Bank selaku perusahaan induk juga memberikan dukungan dan bantuan penuh kepada Bank Woori Saudara dalam menghadapi permasalahan ini,” ujar Wuryanto pada 5 Juni 2025.

Perusahaan Ekspor Lokal Terlibat dalam Skandal Fraud Kredit BWS

Perusahaan ekspor lokal berskala menengah yang terlibat dalam skandal ini telah menyatakan niatnya untuk membayar kembali utang kepada Bank Woori Saudara.

Perusahaan tersebut telah menyampaikan data kemampuan finansialnya dan jadwal pembayaran kembali.

Woori Bank menyatakan akan bekerja sama erat dengan otoritas setempat untuk menanggapi kasus ini sesuai dengan hukum.

“Kami akan bekerja sama erat dengan otoritas setempat untuk menanggapi dengan cara yang sesuai hukum,” kata perwakilan Woori Bank.

Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kerugian dapat diminimalkan dan kepercayaan publik terhadap institusi keuangan tetap terjaga.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan internal yang ketat dan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dalam sektor perbankan.

Penguatan Pengawasan dan Tata Kelola Cegah Skandal Serupa

Skandal fraud yang menimpa Bank Woori Saudara menyoroti pentingnya penguatan pengawasan internal dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dalam sektor perbankan.

Kasus ini menunjukkan bahwa kelemahan dalam proses bisnis dan pengendalian internal dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

OJK telah mengingatkan BWS atas potensi transaksi LC debitur sebagai akibat kelemahan proses bisnis bank pada pemeriksaan OJK tahun 2023.

Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan yang ketat dan tindak lanjut yang cepat terhadap temuan audit sangat penting untuk mencegah terjadinya skandal serupa di masa depan.

Bank-bank di Indonesia perlu memastikan bahwa sistem pengendalian internal mereka mampu mendeteksi dan mencegah transaksi yang mencurigakan.

Selain itu, pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengenali dan menangani risiko fraud juga menjadi kunci dalam menjaga integritas sektor perbankan.

Kerja sama antara bank, otoritas pengawas, dan penegak hukum sangat penting dalam menangani kasus-kasus fraud dan memastikan bahwa pelaku dapat dibawa ke pengadilan.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan dapat tetap terjaga.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnispost.com dan Ekbisindonesia.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Apakabartv.com dan Pusatsiaranpers.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Sulawesiraya.com dan Harianjayakarta.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

OJK Dorong Merger Multifinance untuk Perkuat Industri Pembiayaan Nasional
Indra Utoyo Jadi Tersangka, Risiko Tata Kelola Allo Bank Mencuat
OJK Murka! Logo Dicatut Penipu IPO, Rakyat Terancam Tertipu
OJK Minta Ajaib Sekuritas Transparan Atasi Kasus Tagihan Nasabah Rp1,8 M
Strategi Digital BNI Cetak Kinerja Positif dan Pengakuan Internasional
Sukuk Perdana BJB Syariah Rp300 Miliar Disambut Antusias Investor Pasar Modal
Konsolidasi Adira–Mandala: Rp62 Triliun Dana Kelolaan di Tangan Raksasa Baru
Beasiswa Strategis BSI 2025: Investasi Talenta, Dukungan untuk Pertumbuhan Syariah

Berita Terkait

Kamis, 17 Juli 2025 - 11:17 WIB

OJK Dorong Merger Multifinance untuk Perkuat Industri Pembiayaan Nasional

Kamis, 10 Juli 2025 - 10:39 WIB

Indra Utoyo Jadi Tersangka, Risiko Tata Kelola Allo Bank Mencuat

Minggu, 6 Juli 2025 - 14:37 WIB

OJK Murka! Logo Dicatut Penipu IPO, Rakyat Terancam Tertipu

Minggu, 6 Juli 2025 - 08:05 WIB

OJK Minta Ajaib Sekuritas Transparan Atasi Kasus Tagihan Nasabah Rp1,8 M

Kamis, 3 Juli 2025 - 14:47 WIB

Strategi Digital BNI Cetak Kinerja Positif dan Pengakuan Internasional

Berita Terbaru